4 Cara Mengajar Anak Untuk Patuh Dan Cerdas Sejak Kecil

Setiap anak memiliki karakter yang berbeda. Namun, agar anak memiliki karakter yang baik, ia harus dididik sejak kecil. Orang tua tentunya menginginkan anak yang berkarakter baik. Agar anak memiliki kualitas yang baik, orang tua juga harus berperan serta dalam mengajari anaknya cara bersosialisasi yang baik. Anak-anak yang patuh selalu menjadi apa yang diinginkan orang tua. Ketaatan di sini berarti patuh kepada orang tua dan selalu melakukan hal-hal yang dibanggakan. Menjadi anak yang berprestasi adalah satu hal.

Anak-anak menerima perawatan yang harus dijaga dengan baik. Selain itu, harus diajarkan hal-hal yang berguna untuk tumbuh kembang. Tentu saja, orang tua mendidik anak penurut sejak usia dini. Dukungan orang tua dalam perkembangan intelektual anak sangat penting. Beberapa orang tua, yang menjadi lebih sadar akan karakter anak-anak mereka di masa depan, akan terus meluangkan waktu untuk membimbing mereka dan mengajari mereka pola pikir yang membantu seiring bertambahnya usia. Ada banyak cara untuk mengajari anak bagaimana menjadi taat. Tidak hanya mentaati yang lebih tua, tetapi juga memiliki etika yang baik dengan orang di sekitar mereka.

Berikut Beberapa Tips Tentang Bagaimana Mengajar Anak-Anak Untuk Taat

1. Bicaralah dengan anak dengan suara rendah

Mengajar Anak Untuk Patuh

Tentunya anak selalu ingin diperlakukan dengan baik. Bersikap halus terhadap anak-anak memudahkan mereka untuk berbicara. Anak-anak yang dengan rajin diminta untuk berbicara dengan sopan kepada orang tuanya akan membuat mereka percaya bahwa mereka melakukan hal yang sama kepada orang lain. Orang tua harus sabar saat berkomunikasi dengan anak. Karakter anak sangat berbeda, ada yang mudah diajak bicara, ada yang sulit dan membutuhkan orang tua untuk berbicara dengan sabar. Ketika anak-anak berbicara dengan lembut, mereka sering tumbuh dan menghormati orang lain.

Baca Juga : Soal yg Bisa Dilaksanakan Bersama-sama Anak-Anak Anda di N. Y. C. Akhir minggu ini

2. Jangan berlebihan dalam melarang anak-anak

Memang anak yang tidak diperbolehkan melakukan apapun secara alami akan membuat anak tersebut memberontak. Orang tua harus pandai mengganti kata-kata terlarang yang digunakan untuk anak mereka agar menjadi anak yang penurut. Ubah kata-kata terlarang menjadi kata-kata yang lebih membahagiakan saat anak anda mendengarnya. Misalnya, kata larangan “Jangan main-main di dekat api, itu akan berbahaya” bisa diganti dengan “Main di sini nak, biar lebih aman”. Dengan begitu, anak jadi lebih nyaman mendengarkan agar penurut. Kata larangan “tidak” harus dihindari karena membuat anak merasa memilikinya. Jadi gunakan kata-kata yang bisa didengar bayi anda dengan lebih mudah.

3. Menanggapi dengan baik permintaan dari anak-anak

Mengajar Anak Untuk PatuhSetiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, apakah mereka membeli mainan, makanan ringan atau lebih. Keinginan ini harus mendapat jawaban yang baik dari orang tua, bahkan tidak boleh. Temukan cara lain untuk mengatakan tidak kepada anak-anak anda. Jika anda mengatakan tidak karena anak menginginkan sesuatu, mereka akan menjadi anak yang tidak aman karena merasa hal itu masih dilarang. Lebih baik hindari kata-kata seperti “tidak”. Ada baiknya mencari solusi lain, seperti melarang “jangan peras manisan” dan mengganti “hanya peras kue”. Dengan menggantinya dengan kata yang lebih tepat, anak dapat menentukan mana yang terbaik untuk mereka.

4. Pahami hati anak

Anak yang tidak mau menurut seringkali mengalami hal-hal yang sangat menyakitkan. Para orang tua harus mampu memahami anak-anak mereka sehingga mereka dapat berbicara tentang apa yang mereka pikirkan. Terkadang orang tua tidak sabar atau bahkan tidak punya waktu untuk berbicara dengan anaknya, yang membuat mereka menjadi anak yang tidak mau mengikuti perkataan orang tuanya. Dari waktu ke waktu, mintalah anak Anda mengatakan sesuatu agar mereka bisa diperhatikan. Oleh karena itu, seringkali anak-anak yang memahami dan mengikuti nasihat orang tuanya. Orang tua yang nantinya memberikan waktu kepada anaknya untuk hanya mendengarkan keluhan anaknya akan membuat mereka berempati.

Peran orang tua dalam tumbuh kembang anak sejak usia dini sangat penting agar suasana hati yang buruk pada anak remaja menjadi pukulan telak bagi orang tua yang tidak pernah menghabiskan waktu bersama anaknya. Karenanya, karakter anak selalu bergantung pada apa yang dipelajari orang tuanya sejak dini, namun ada pula yang dipengaruhi oleh pergaulan yang salah. Memang penting agar orang tua memperhatikan tumbuh kembang anak sejak dini.